Skip to main content

Siapa Pembaca Tulisan Anda?

Image: Pixabay

Siapa pembaca tulisan Anda? Atau, siapa target pembaca Anda? Pertanyaan ini termasuk bahasan di buku Menjadi Penulis karya Puthut EA. Walaupun sudah beberapa kali mendengar topik ini, tapi membacanya di buku ini entah kenapa memberi kesan berbeda.

Puthut EA mengajak kita mendefinisikan siapa sebenarnya yang membaca tulisan kita? Terutama jika kita menulis di web atau blog seperti yang saya lakukan saat ini. Menurut Puthut, banyak penulis web yang tak tahu pasti siapa pembacanya, sehingga ia menyasar semua kalangan pembaca dan menjadi penulis yang “rakus”.

Saya rasa ini berlaku juga bagi narablog alias blogger. Blog saya ini misalnya, sudah setengah tahun berjalan dengan tulisan random tergantung mood pemiliknya. Ketika ditanya siapa—if any—pembaca blog ini, saya agak bingung juga. Haha.

Yang jelas tulisan-tulisan di blog ini tidak ditujukan atau tidak cocok dibaca oleh orang-orang tua usia 50 tahunan ke atas, menurut saya. Mungkin para ibu-ibu muda, dewasa muda, atau remaja akan lebih bisa menerima tulisan di blog ini. Tapi saya pribadi ketika menulis tidak benar-benar memikirkan siapa pembaca yang disasar.

Sepertinya ini harus mulai dipikirkan supaya bisa lebih fokus menentukan arah tulisan dan tahu apa hal-hal yang perlu saya tuliskan. Juga agar tulisan-tulisan di blog tidak terlalu random. Wkwk.

Sedikit tentang buku Menjadi Penulis, buku ini saya beli bersamaan dengan buku Catatan untuk Calon Penulis. Saya membelinya via official store Buku Mojok di Shopee. Selain dua buku ini, ada bonus sebuah buku kecil yang berisi tentang penulis nonfiksi terkenal di dunia. Buku tersebut sebenarnya sangat menarik, sayangnya, bahasa yang digunakan terlalu berat. Mungkin juga karena isinya adalah artikel terjemahan dari luar.

Sekian tulisan singkat kali ini. Jadi, siapa pembaca tulisan Anda?


#30DaysWritingChallenge
#30DWCJilid23
#Squad7
#Day14

Comments

Popular Post

Resensi Novel "Represi"

  (gambar: Goodreads) Judul: Represi Penulis: Fakhrisina Amalia Penerbit: Gramedia Pustaka Utama Tahun terbit: 2018 Tebal: 264 halaman Mengalir dan menghanyutkan, adalah kesan yang saya rasakan ketika membaca buku ini. Karena tanpa dua hal itu, saya yakin tak akan bisa menyelesaikan novel ini dalam satu hari dengan membaca via ebook .  Ya, saya membaca novel Represi ini di Gramedia Digital. Ini adalah novel pertama yang saya baca secara digital dan bisa habis dalam sehari. #horrreeee Sebelumnya, untuk versi digital, saya memakan waktu dua atau tiga hari paling cepat untuk novel dengan ketebalan sama. Eh, sebenarnya, sudah lama sekali rasanya tidak menamatkan novel dalam satu hari, baik digital maupun cetak. Terakhir itu perlu waktu tiga hari saat menamatkan Tentang Kamu -nya Tere Liye versi cetak. Back to this novel. And, sedikit spoiler! Represi, bercerita tentang Anna, seorang remaja — atau mungkin dewasa muda — yang mencoba bunuh diri dengan meminum obat nyamuk. Untungnya ia masih

Melawan Kantuk Selepas Sahur

Kantuk, sejatinya adalah sebuah anugerah besar yang Allah berikan kepada manusia supaya bisa menikmati karunia lainnya yaitu tidur. Tak sedikit orang di dunia ini yang minum berbagai obat demi bisa merasakan kantuk dan tidur lelap. Begitu pentingnya kantuk ini dalam hidup kita. Akan tetapi, akhir-akhir ini saya agaknya kewalahan menghadapi si kantuk. Terutama selepas sahur, kemudian salat subuh, biasanya saat itulah kantuk menyerang dengan dahsyat. Sungguh kasur tampak seperti godaan berat, melebihi godaan segelas sirup dingin. Apakah hanya saya yang merasa demikian? Tentu tidak, dong. Ya ‘kan? Hal ini mungkin efek sahur juga, sehingga tubuh merasa sangat mengantuk. Padahal selepas subuh adalah waktu berharga untuk mengerjakan apa saja. Karena suasana masih sepi, tenang, dan—yang paling penting—anak belum bangun. Kegiatan yang saya lakukan selepas subuh biasanya membaca, menulis, beberes rumah, atau sekadar browsing. Walaupun kantuk masih membayangi, saya berusaha tidak tergoda. Yaa pa

Review Novel The Star and I (Ilana Tan)

Lima tahun setelah In A Blue Moon , Ilana Tan kembali meluncurkan karya. Berjudul The Star and I , novel ini kembali membawa ciri khas karya Ilana Tan. Kisah romance yang sederhana, dengan konflik yang mungkin tidak bombastis, tapi penyajiannya sungguh memikat. Judul: The Star and I Penulis: Ilana Tan Penerbit: Gramedia Tahun terbit: 2021 Tebal: 344 halaman Spoiler alert! Manis, adalah kata yang tepat untuk karya-karya Ilana Tan, khususnya The Star and I . Novel ini berkisah tentang Olivia Mitchell, seorang aktor Broadway, yang mencari ibu kandungnya di The Big Apple alias New York. Dia tak sendiri. Dibantu oleh sahabat masa kecilnya, Rex Rankin, pencarian Olivia jadi lebih menarik. Aku menikmati membaca novel ini. Setiap scene yang digambarkan bisa dengan mudah dibayangkan oleh pembaca. Ilana Tan tidak menggunakan kosakata yang njelimet, sederhana, tapi indah. Karakter dan tingkah tiap tokohnya begitu kuat dan natural. Ollie yang ceria, dramatis, polos. Rex yang pemalu, pendiam, cool