Berbahagia dengan Bahasa Indonesia (Resensi Buku)


Judul: Berbahasa Indonesia dengan Logis dan Gembira
Penulis: Iqbal Aji Daryono
Penerbit: DivaPress
Tahun Terbit: 2019
Tebal: 296 halaman
Harga: Rp70.000 (di Pulau Jawa)

Bahagia, penasaran, ragu, perasaan-perasaan itu muncul nyaris bersamaan ketika saya melihat buku Berbahasa Indonesia dengan Logis dan Gembira bertengger di toko buku Gramedia. Saya tak langsung membelinya. “Ah, nanti-nanti saja,” pikir saya. Eh, ternyata saya terus terbayang-bayang apa isi buku tersebut. Alhasil, seminggu setelah itu, saya tanpa ragu membelinya. Dan saya bahagia.
Sesuai judulnya, buku ini adalah bahan renungan sekaligus candaan. Ada bahasan yang membuat kita cengar-cengir sendiri ada yang membuat miris. Saya menyukai buku ini karena tak hanya mengoreksi kesalahan, tapi disediakan juga kunci jawaban serta membuka ruang diskusi. Beberapa kali penulis menyampaikan bahwa dirinya terbuka untuk diskusi atas materi yang ditulisnya. Motivasi untuk setia menggunakan bahasa Indonesia juga diutarakan di buku ini. 

Awalnya saya mengira buku ini akan banyak berlawanan dengan KBBI dan lebih mengutamakan kenyamanan berbicara di masyarakat. Ternyata justru sebaliknya. Buku ini mencoba meluruskan kesalahan yang jamak terjadi, tanpa kehilangan sisi keluwesan berbahasa yang membuat penggunanya bahagia. Contohnya ucapan “waktu dan tempat saya persilakan”. Ucapan ini kurang pas karena “waktu” dan “tempat” bukanlah makhluk hidup yang bisa dipersilakan. Lalu penulis memberikan opsi yang benar, misal, “kepada Bapak Kepala Dusun, waktu dan tempat kami serahkan”. 

Ada juga beberapa kritik atau usulan pada Badan Bahasa yang dilontarkan lewat buku ini. Misalnya ketika penulis menyampaikan bahwa—walaupun melanggar aturan—ada kalanya kata dan lah yang paling cocok di awal kalimat. Penulis tidak saklek atau fanatik dalam menyikapi KBBI. Bahwa tak semua yang tidak ada di KBBI itu berarti salah atau tidak boleh digunakan. Pada kenyataannya, KBBI lah yang akan terus berkembang mengikuti dinamika bahasa yang hidup di masyarakat.

Membaca buku Berbahasa Indonesia dengan Logis dan Gembira otomatis mengingatkan saya pada Celetuk Bahasa. Bedanya, Celetuk Bahasa lebih singkat, simpel, sekadar celetukan. Sedangkan buku karya Iqbal Aji Daryono ini membahas lebih dalam namun tetap menyenangkan dan fleksibel.
Saya merekomendasikan buku ini bagi para pecinta bahasa, khususnya bahasa Indonesia. Selamat berbahasa Indonesia dengan penuh cinta dan bahagia!
#30DWC
#30DWCJilid21
#Day11
#ImWritingInLove

0 Comments