Skip to main content

Ikut 30 Days Writing Challenge Lagi

Ini adalah kali kedua saya mengikuti 30 Days Writing Challenge yang dimentori oleh Kak Rezky Firmansyah. Kali ini saya ikut di jilid 23, sebelumnya di jilid 21. Kenapa saya mengikuti DWC lagi? Pertama karena saya senang sih, di sini tuh ada mentor yang rajin memberi tanggapan tentang tulisan para peserta. Baik nonfiksi maupun fiksi ada mentornya.


Kedua, saya biasanya akan lebih rajin nulis kalau ada programnya gini. Ada barengannya. Jadi tidak semata-mata mengandalkan mood. Cause I can’t trust my mood to always be good. Wkwk. Jadi dengan ikut lagi, saya harap akan lebih rajin, dan tentu saja berharap tidak terdepak.

Ketiga, saya ikut 30 DWC Jilid 23 karena saya punya voucher gratisan. Kan sayang kalau dilewatkan. Hehe. Voucher ini saya dapatkan karena ikut menjadi editor antologi 30DWC Jilid 21. Terima kasih atas kesempatan berharga tersebut. Sungguh pengalaman menyenangkan, banyak ilmu yang didapat. Mau coba jadi editor lagi di jilid ini, tapi kok agak khawatir bisa bertahan sampai akhir atau tidak.

Well, that just means one thing: saya harus lebih giat dan konsisten menulis. Karena itu saya mencari wadah yang bisa mengakomodasi dan mendukung keinginan menulis. Khususnya di 30DWC Jilid 23 ini, saya ingin menulis dengan lebih baik dan lebih rajin dibanding sebelumnya. Bismillah… Semoga di 30 DWC Jilid 23 yang berbarengan dengan bulan Ramadan 1441H ini saya bisa menebar manfaat melalui tulisan.

#30DWCJilid23
#30DWC
#Day1
#Deklarasi

Comments

Popular Post

Resensi Novel "Represi"

  (gambar: Goodreads) Judul: Represi Penulis: Fakhrisina Amalia Penerbit: Gramedia Pustaka Utama Tahun terbit: 2018 Tebal: 264 halaman Mengalir dan menghanyutkan, adalah kesan yang saya rasakan ketika membaca buku ini. Karena tanpa dua hal itu, saya yakin tak akan bisa menyelesaikan novel ini dalam satu hari dengan membaca via ebook .  Ya, saya membaca novel Represi ini di Gramedia Digital. Ini adalah novel pertama yang saya baca secara digital dan bisa habis dalam sehari. #horrreeee Sebelumnya, untuk versi digital, saya memakan waktu dua atau tiga hari paling cepat untuk novel dengan ketebalan sama. Eh, sebenarnya, sudah lama sekali rasanya tidak menamatkan novel dalam satu hari, baik digital maupun cetak. Terakhir itu perlu waktu tiga hari saat menamatkan Tentang Kamu -nya Tere Liye versi cetak. Back to this novel. And, sedikit spoiler! Represi, bercerita tentang Anna, seorang remaja — atau mungkin dewasa muda — yang mencoba bunuh diri dengan meminum obat nyamuk. Untungnya ia masih

Melawan Kantuk Selepas Sahur

Kantuk, sejatinya adalah sebuah anugerah besar yang Allah berikan kepada manusia supaya bisa menikmati karunia lainnya yaitu tidur. Tak sedikit orang di dunia ini yang minum berbagai obat demi bisa merasakan kantuk dan tidur lelap. Begitu pentingnya kantuk ini dalam hidup kita. Akan tetapi, akhir-akhir ini saya agaknya kewalahan menghadapi si kantuk. Terutama selepas sahur, kemudian salat subuh, biasanya saat itulah kantuk menyerang dengan dahsyat. Sungguh kasur tampak seperti godaan berat, melebihi godaan segelas sirup dingin. Apakah hanya saya yang merasa demikian? Tentu tidak, dong. Ya ‘kan? Hal ini mungkin efek sahur juga, sehingga tubuh merasa sangat mengantuk. Padahal selepas subuh adalah waktu berharga untuk mengerjakan apa saja. Karena suasana masih sepi, tenang, dan—yang paling penting—anak belum bangun. Kegiatan yang saya lakukan selepas subuh biasanya membaca, menulis, beberes rumah, atau sekadar browsing. Walaupun kantuk masih membayangi, saya berusaha tidak tergoda. Yaa pa

Review Novel The Star and I (Ilana Tan)

Lima tahun setelah In A Blue Moon , Ilana Tan kembali meluncurkan karya. Berjudul The Star and I , novel ini kembali membawa ciri khas karya Ilana Tan. Kisah romance yang sederhana, dengan konflik yang mungkin tidak bombastis, tapi penyajiannya sungguh memikat. Judul: The Star and I Penulis: Ilana Tan Penerbit: Gramedia Tahun terbit: 2021 Tebal: 344 halaman Spoiler alert! Manis, adalah kata yang tepat untuk karya-karya Ilana Tan, khususnya The Star and I . Novel ini berkisah tentang Olivia Mitchell, seorang aktor Broadway, yang mencari ibu kandungnya di The Big Apple alias New York. Dia tak sendiri. Dibantu oleh sahabat masa kecilnya, Rex Rankin, pencarian Olivia jadi lebih menarik. Aku menikmati membaca novel ini. Setiap scene yang digambarkan bisa dengan mudah dibayangkan oleh pembaca. Ilana Tan tidak menggunakan kosakata yang njelimet, sederhana, tapi indah. Karakter dan tingkah tiap tokohnya begitu kuat dan natural. Ollie yang ceria, dramatis, polos. Rex yang pemalu, pendiam, cool