Melawan Kantuk Selepas Sahur

Kantuk, sejatinya adalah sebuah anugerah besar yang Allah berikan kepada manusia supaya bisa menikmati karunia lainnya yaitu tidur. Tak sedikit orang di dunia ini yang minum berbagai obat demi bisa merasakan kantuk dan tidur lelap. Begitu pentingnya kantuk ini dalam hidup kita.

Akan tetapi, akhir-akhir ini saya agaknya kewalahan menghadapi si kantuk. Terutama selepas sahur, kemudian salat subuh, biasanya saat itulah kantuk menyerang dengan dahsyat. Sungguh kasur tampak seperti godaan berat, melebihi godaan segelas sirup dingin. Apakah hanya saya yang merasa demikian? Tentu tidak, dong. Ya ‘kan? Hal ini mungkin efek sahur juga, sehingga tubuh merasa sangat mengantuk.

Padahal selepas subuh adalah waktu berharga untuk mengerjakan apa saja. Karena suasana masih sepi, tenang, dan—yang paling penting—anak belum bangun. Kegiatan yang saya lakukan selepas subuh biasanya membaca, menulis, beberes rumah, atau sekadar browsing. Walaupun kantuk masih membayangi, saya berusaha tidak tergoda. Yaa paling kadang-kadang ketiduran juga kalau sudah tidak tahan.

Nah, karena seringnya berperang melawan kantuk, saya pun mencari cara melawan kantuk. Saya menemukan sebuah artikel dari WebMD yang membahas ini. Menurut artikel, selain mengonsumsi makanan atau minuman tertentu, melawan kantuk bisa dengan berolahraga ringan, atau mengobrol dengan teman mengenai hal menarik.

Jika Anda malas bergerak—seperti saya—dan juga tak punya teman untuk diajak mengobrol, masih ada cara lain. Hoaaahhhmm. Ups, sebentar, saya mulai mengantuk. Mm … cara lainnya adalah dengan menarik napas dalam-dalam dan lepaskan, ulangi beberapa kali. Hoaahhhmmm. Hm ... saya mengantuk. Dan menurut artikel itu juga, salah satu cara mengatasi kantuk adalah dengan tidur sebentar. Thanks for reading. Semoga Anda tidak mengantuk membaca tulisan ini.

#30DWCJilid23
#Squad7
#Day7
#30DaysWritingChallenge

Comments