The Next Level of #dirumahaja

Ibarat sebuah ujian atau tes, ada level-level yang harus dilalui. Dalam ujian kemahiran bahasa Jepang misalnya, ada ujian N5 untuk level paling dasar, dan N1 untuk level tertinggi. Demikian pula dalam menaati imbauan untuk tetap di rumah aja. Kini, kita memasuki level kedua.

This is the next level of #dirumahaja.

Kenapa saya bilang begitu? Gini, level pertama adalah ketika awal Covid-19 terdeteksi di Indonesia. Dua minggu setelahnya pemerintah mengimbau masyarakat untuk di rumah saja dan meminimalisasi kegiatan di luar apalagi berkumpul-kumpul.

Kantor-kantor diliburkan, sebagian diberlakukan Bekerja dari Rumah (BDR) atau yang jamak disebut work from home (WFH). Kegiatan ibadah juga sebisa mungkin dilakukan di rumah. Tak hanya itu, pasar ditutup, mall ditutup. Orang-orang pun di rumah aja. Ini adalah level pertama.

Kurang lebih dua bulan setelahnya, jumlah kasus positif Covid-19 belum menunjukkan tanda penurunan. Grafik masih belum stabil. Artinya, kita belum melewati puncak pandemi. Di sisi lain, masyarakat mulai bosan di rumah aja. Apalagi sebentar lagi Idulfitri. Ada dorongan untuk belanja keperluan hari raya.

Pemerintah juga memberi gestur akan melonggarkan aturan PSBB. Mall akan segera dibuka, pedagang pasar mulai berjualan. Dan orang-orang mulai tak tahan. Inilah level kedua.

Di level kedua ini kita mulai dilanda bosan yang berlapis-lapis. Rasanya ingiin sekali jalan-jalan ke luar, ke mall yang baru saja dibuka lagi setelah sempat ditutup karena khawatir wabah. Tapi kita tak boleh kalah. Kepada seluruh peserta #dirumahaja yang telah lolos level pertama, kita harus lanjutkan perjuangan ini. Kita harus tetap bertahan di rumah aja semaksimal mungkin di saat orang-orang banyak yang mulai tak peduli. Kita harus lalui level ini dan jangan menyerah pada hawa nafsu untuk nongki-nongki di luar.

Kenapa? Karena pandemi Covid-19, khususnya di Indonesia, masih jauh dari kata usai. Jangan lengah dan terbawa arus. Tetaplah betah untuk di rumah aja. Walaupun kebosanan melanda, walaupun ingin cuci mata. Saat ini, paling tidak saat ini saja, saat wabah masih merajalela, prioritaskanlah kesehatan Anda.

Hari raya tak mensyaratkan baju baru atau masakan berlimpah. Hari raya tetaplah hari raya walaupun Anda di rumah saja. Jadi, please, kita harus menang di level kedua ini. Supaya kelak di hari raya selanjutnya, kita bisa merdeka dari jajahan corona. Aamiin.

#30DWCJilid23
#30DaysWritingChallenge
#Day26
#Squad7

Comments

Popular posts from this blog

Resensi Novel "Represi"

Pengalaman Kuret Setelah Melahirkan

Resensi Teruslah Bodoh Jangan Pintar (Tere Liye)