Skip to main content

Mencatat Ke-random-an: Kerennya Buku Robocar Poli

Sesungguhnya saya terinspirasi dari judul kumcer Mba Rijo, Randomness Inside My Head. Hal-hal yang random jika diseriusi ternyata bisa jadi karya. Oleh karena itu, se-random apa pun ide yang muncul, saya akan berusaha tulis saja. Siapa tahu suatu hari bisa bermanifes menjadi buku. Hehe


Ada beberapa hal random yang terlintas akhir-akhir ini. Pertama, saya kagum sekali dengan buku Robocar Poli. Ya, buku Robocar Poli asal Korea Selatan yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia.


Apa kerennya buku ini? Jadi, buku Robocar Poli ini ada yang buku cerita bergambar seperti pada umumnya, ada yang buku stiker. Rata-rata untuk anak balita. Kerennya, baik di buku cerita bergambar maupun buku stiker, selalu mengangkat tema-tema keselamatan anak. Di salah satu buku cerita, misalnya, dijelaskan bagaimana anak-anak harus selalu memakai sabuk pengaman, saat musim panas jangan berlama-lama di luar, dsb. 


Di bagian belakang juga dijelaskan tips keselamatan berdasarkan tema, misal tentang keselamatan berkendara. Juga ada data-data yang mendukung agar orang tua paham pentingnya menjaga keselamatan anak di mana pun.


Di buku stiker malah lebih detil. Ada tentang keselamatan di rumah, anak-anak diminta menempelkan stiker bertuliskan “Panas” di gambar benda-benda yang panas seperti kompor, setrikaan, air panas, dll. Maksudnya agar anak-anak mengerti bahwa benda-benda tersebut panas dan bukan untuk main-main.


Kemudian cara menyikapi orang asing di luar rumah. Anak-anak diajarkan untuk tidak begitu saja menolong orang asing (walaupun itu nenek-nenek atau kakek-kakek), dan meminta orang tersebut agar minta tolong pada orang dewasa. Ada stiker yang bertuliskan nomor-nomor telepon darurat, misal nomor telepon polisi dan pemadam kebakaran. Anak-anak diminta menempelkan nomor sesuai adegan yang terjadi di gambar.


Tentu ada juga tips melindungi diri saat gempa, apa-apa saja yang harus dilakukan. Ini untuk anak-anak, lho. Tokohnya juga anak-anak. Sangat edukatif bukan? Saya saja sebagai orang dewasa merasa buku ini informatif sekali, tidak hanya untuk permainan. Buku Robocar Poli ini juga direkomendasikan oleh doktor ilmu pendidikan balita di Korea sana.


Jadi ingat ketika minggu lalu saya dan suami menonton film Korea berjudul Exit, suami nyeletuk, “Orang sana tuh udah langsung ngerti ya kalo keadaan darurat harus ngapain.”


Setelah melihat buku Robocar Poli ini jadi nggak heran. Sejak kecil mereka sudah diedukasi mengenai keadaan darurat. Ini salah satu bentuk mitigasi bencana yang sangat penting, sih, memang. 


Indonesia rasanya perlu juga buku-buku semacam ini. Sepertinya masih kurang banyak, atau saya yang tidak tahu? 



Comments

  1. Baru tau kalau ada versi bukunya, taunya cuma serial buat anak2nya aja. Waktunya memberikan robocar poli buat jadi tontonan kalau gitu hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaa, kartunnya juga oke, tapi bukunya emang edukatif banget siy.. sampe heran juga lho, karena bisa se-edukatif itu tanpa ngebosenin atau terkesan menggurui.. kok beda sm buku anak2 keluaran lokal mnurutku..

      Delete

Post a Comment

Popular Post

Resensi Novel "Represi"

  (gambar: Goodreads) Judul: Represi Penulis: Fakhrisina Amalia Penerbit: Gramedia Pustaka Utama Tahun terbit: 2018 Tebal: 264 halaman Mengalir dan menghanyutkan, adalah kesan yang saya rasakan ketika membaca buku ini. Karena tanpa dua hal itu, saya yakin tak akan bisa menyelesaikan novel ini dalam satu hari dengan membaca via ebook .  Ya, saya membaca novel Represi ini di Gramedia Digital. Ini adalah novel pertama yang saya baca secara digital dan bisa habis dalam sehari. #horrreeee Sebelumnya, untuk versi digital, saya memakan waktu dua atau tiga hari paling cepat untuk novel dengan ketebalan sama. Eh, sebenarnya, sudah lama sekali rasanya tidak menamatkan novel dalam satu hari, baik digital maupun cetak. Terakhir itu perlu waktu tiga hari saat menamatkan Tentang Kamu -nya Tere Liye versi cetak. Back to this novel. And, sedikit spoiler! Represi, bercerita tentang Anna, seorang remaja — atau mungkin dewasa muda — yang mencoba bunuh diri dengan meminum obat nyamuk. Untungnya ia masih

Melawan Kantuk Selepas Sahur

Kantuk, sejatinya adalah sebuah anugerah besar yang Allah berikan kepada manusia supaya bisa menikmati karunia lainnya yaitu tidur. Tak sedikit orang di dunia ini yang minum berbagai obat demi bisa merasakan kantuk dan tidur lelap. Begitu pentingnya kantuk ini dalam hidup kita. Akan tetapi, akhir-akhir ini saya agaknya kewalahan menghadapi si kantuk. Terutama selepas sahur, kemudian salat subuh, biasanya saat itulah kantuk menyerang dengan dahsyat. Sungguh kasur tampak seperti godaan berat, melebihi godaan segelas sirup dingin. Apakah hanya saya yang merasa demikian? Tentu tidak, dong. Ya ‘kan? Hal ini mungkin efek sahur juga, sehingga tubuh merasa sangat mengantuk. Padahal selepas subuh adalah waktu berharga untuk mengerjakan apa saja. Karena suasana masih sepi, tenang, dan—yang paling penting—anak belum bangun. Kegiatan yang saya lakukan selepas subuh biasanya membaca, menulis, beberes rumah, atau sekadar browsing. Walaupun kantuk masih membayangi, saya berusaha tidak tergoda. Yaa pa

Review Novel The Star and I (Ilana Tan)

Lima tahun setelah In A Blue Moon , Ilana Tan kembali meluncurkan karya. Berjudul The Star and I , novel ini kembali membawa ciri khas karya Ilana Tan. Kisah romance yang sederhana, dengan konflik yang mungkin tidak bombastis, tapi penyajiannya sungguh memikat. Judul: The Star and I Penulis: Ilana Tan Penerbit: Gramedia Tahun terbit: 2021 Tebal: 344 halaman Spoiler alert! Manis, adalah kata yang tepat untuk karya-karya Ilana Tan, khususnya The Star and I . Novel ini berkisah tentang Olivia Mitchell, seorang aktor Broadway, yang mencari ibu kandungnya di The Big Apple alias New York. Dia tak sendiri. Dibantu oleh sahabat masa kecilnya, Rex Rankin, pencarian Olivia jadi lebih menarik. Aku menikmati membaca novel ini. Setiap scene yang digambarkan bisa dengan mudah dibayangkan oleh pembaca. Ilana Tan tidak menggunakan kosakata yang njelimet, sederhana, tapi indah. Karakter dan tingkah tiap tokohnya begitu kuat dan natural. Ollie yang ceria, dramatis, polos. Rex yang pemalu, pendiam, cool