Susah Move On dari Xperia Z5 Compact

Sifat saya yang setia dan susah move on ternyata juga berlaku terhadap gadget. Akan tetapi, menurut saya pribadi yang sudah jatuh hati, Xperia Z5 Compact ini memang memiliki segudang alasan untuk dicintai.

(Xperia Z5 Compact, foto:gsmarena.com)


Banyak yang bilang cinta pertama itu teringat selamanya. Tapi tidak jika berhadapan dengan Sony Xperia Z5 Compact. Ponsel pintar ini telah membuat saya amnesia dengan para pendahulunya, sebut saja Motorola Q9, Galaxy Chat, Nokia N-Gage, Nokia 1110.

Apa sebenarnya yang dimiliki oleh ponsel keluaran Jepang itu? Pertama, tidak banyak aplikasi bawaan. Ini adalah sebuah kemewahan yang tak dimiliki Samsung, Xiaomi, dll. Aplikasi bawaan di Xperia Z5 tidak memakan banyak ruang, sehingga memori yang ada bisa dimanfaatkan dengan maksimal.

Kedua, tidak hobi nge-hang walaupun sudah bertahun-tahun. Sebelum bertemu ponsel ini, saya kira nge-hang adalah sebuah keniscayaan yang dialami setiap ponsel Android setelah lama digunakan. Ternyata saya salah! Xperia Z5 Compact ini jaraaaang sekali hang. Padahal saya kerap menyiksanya dengan membuka beberapa aplikasi sekaligus, misal GDrive, WhatsApp, Canva, dan Instagram, bersamaan.

Ketiga, ukurannya yang simple. Saat saya pertama menggunakan ponsel ini, yang booming di pasaran adalah ponsel-ponsel dengan layar besar. ASUS, Lenovo, Samsung, semua seolah berlomba menciptakan ponsel yang semakin lebar. Saya kurang suka. Ukuran yang terlalu besar itu tidak bisa masuk ke saku yang kecil, dan menggunakannya pun harus dua tangan. Walaupun ada fitur one-hand, tapi tetap tak senyaman ponsel kecil.

Maka salah satu kriteria utama saya dalam memilih ponsel adalah ukuran. Sebisa mungkin tidak lebih dari 5 inchi--Xperia Z5 Compact itu 4.6 inchi--sehingga pas di genggaman dan bisa disisipkan ke saku tas, atau baju.

Masih banyak kelebihan smartphone satu ini. Rasanya tak ada habisnya jika dituliskan semua. Intinya, saya senang sekali bisa bersama ponsel ini. Sayangnya, karena suatu sebab, ponsel ini tak lagi menjadi yang utama. Setelah empat tahun, posisinya digantikan oleh saudaranya, yaitu Sony Xperia XZ2.

(Sony Xperia XZ 2, foto: Youtube Science and Knowledge)

Tapi harus saya akui, penggantinya ini tidak lebih baik, by any means. Dan itulah sebabnya saya masih menggunakan Xperia Z5 Compact sebagai ponsel kedua. 



Comments

  1. Ini hp pertama nya emak? Wow sudah mantap hp pertama segini yaak

    ReplyDelete
    Replies
    1. nggaaa...ini hape kesekian..hp pertama mah nokiaa..hehe

      Delete
  2. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  3. Waah pernah Nokia N gage mba.. dulu SMP udh keren bgd yang punya ini . Bukan aku tapi haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. aku pk N-gage pas kuliah, itu pun dikasih orang..hahahah..

      Delete
  4. Mantap koleksi hp nya hehehe

    Aku malah pake xperia waktu masih bareng sama sony ericsson. Setelan dia jadi Sony mau beli gak jadi mulu, malah terpincut yang lain-lain hehehhe

    ReplyDelete
    Replies
    1. entah kenapa aku malah br pake pas dia jd sony. pas soner malah ga tertarik..

      Delete

Post a Comment