Skip to main content

Tip Belajar di HSI Abdullah Roy

Kali ini saya akan berbagi sedikiit tip belajar di HSI Abdullah Roy. Bagi yang belum tahu apa itu HSI Abdullah Roy, nanti di akhir tulisan saya jelasin sedikit, yak. Kenapa, kok, sedikit? Karena yang saya tahu juga cuma sedikiit. Hehe.


Alhamdulillah, selama dua tahun ini mengikuti HSI, saya masih barely survive alias selamat dari ancaman DO. Wkwk. Kuncinya agar tidak di-DO adalah jangan lupa mengerjakan evaluasi harian, evaluasi pekanan, serta evaluasi akhir.

Tentunya kalau jawaban kita banyak yang salah yaa bisa di-DO juga. Karena itu, ada beberapa tip nih yang bisa diterapkan.

Pertama, catat materinya! Ya, ini penting sekali karena akan ada evaluasi pekanan dan evaluasi akhir. Untuk bisa mengingat banyak materi tanpa mencatat tentu hampir mustahil. Karena itu catatlah poin-poin penting dari tiap-tiap materi.

Cara mencatat ini bisa jadi sangat subjektif, maksudnya, saya lebih bisa memahami atau mengingat apa yang saya catat dibanding membaca catatan orang lain. Walaupun mungkin catatan orang lain lebih lengkap. Mencatat sendiri memudahkan kita mengingat karena pilihan kata-kata kita bisa lebih enak ditangkap diri sendiri. Saya pribadi lebih suka mencatat di kertas, di buku catatan kecil khusus, dan tidak di laptop.

Tip kedua, ini bagi yang sering lupa mencatat atau lupa menyisihkan waktu, catatlah dua materi langsung di pagi hari. Sehabis subuh di hari Selasa misalnya, Anda bisa mendengarkan dan mencatat materi hari Senin dan Selasa, karena biasanya materi dibagikan saat subuh. Dengan begini lebih hemat waktu. Tetapi jangan lupa untuk segera mengerjakan evaluasi harian hari sebelumnya, ya. 

Tip ketiga, buatlah deadline sendiri. Sudah menjadi rahasia umum bahwa di jam-jam menjelang penutupan evaluasi, situs HSI kerap sulit diakses. Kenapa? Ya, kemungkinan besar karena banyak yang mengerjakan evaluasi di ujung waktu. Entah kenapa.

Jadi, agar tidak berada dalam situasi menegangkan yang tidak perlu, buatlah deadline pribadi. Misal, untuk evaluasi pekanan yang ditutup pada Senin pukul 14.00, saya biasanya menargetkan untuk selesai maksimal hari Minggu malamnya. Sehingga akses lancar, dan di hari Senin kita sudah siap dengan materi baru.

Begitupula dengan evaluasi akhir, targetkan untuk mengerjakan maksimal H-1 penutupan. Jangan lupa  juga muroja'ah materi sebelum evaluasi, ya!

Tip terakhir adalah simpan username dan password situs HSI di ponsel atau laptop yang biasa digunakan untuk evaluasi. Jadi, ketika Anda login tak perlu bolak-balik memasukkan username dan password. Ini sangat bermanfaat bagi yang sering lupa atau ganti password seperti saya. Walaupun sudah mencatat username dan password, kadang saya lupa juga di mana mencatatnya. Astaghfirullah. 

Baiklah, itu tadi tip sederhana, semoga bermanfaat. 

Nah, jadi, apa itu HSI Abdullah Roy?

HSI (Halaqah Silsilah Ilmiyyah) Abdullah Roy adalah kelas atau program belajar agama Islam. Metodenya ada yang offline ada yang online. Saya ikut yang online via grup WA. Materi belajar diberikan pada hari  Senin-Jumat dalam bentuk audio pendek, berdurasi 2-7 menit.

Apa yang dipelajari? Di sini kita belajar Islam dari dasarnya banget. Dari mulai mengenal Allah, mengenal Rasulullah, mengenal agama Islam, lalu satu per satu rukun iman, juga sirah nabawiyah dibahas secara terstruktur. Karena audionya pendek-pendek, tentu materinya tidak selengkap seperti yang bisa dibaca di kitab-kitab para ulama, ya.

(Flyer pendaftaran HSI Abdullah Roy)

Bagi saya yang awam ini, sistem seperti ini nyaman sekali diikuti dan mudah dipahami insyaallah. Setiap hari akan ada evaluasi harian dalam bentuk soal pilihan ganda. Ngga banyak, kok, hanya dua soal per hari, soal diambil dari materi hari itu juga. Dan di akhir pekan ada evaluasi pekanan berjumlah delapan soal.

Di akhir silsilah, biasanya setelah 25 materi, akan ada evaluasi akhir. Jumlah soalnya puluhan, saya lupa tepatnya. Dan setelah evaluasi akhir, akan ada nilai akhir. Bagi yang nilainya rasib, gayib, dan maqbul akan di-DO dari kelas. It’s just that simple, right?

Untuk info lebih lengkap bisa ke situs www.abdullahroy.com ya. Fyi, kelas ini tidak dipungut biaya. :)

Sekian tulisan kali ini. Mohon maaf kalau ada info yang salah atau kurang. Semoga bermanfaat. :)


Comments

Popular Post

Resensi Novel "Represi"

  (gambar: Goodreads) Judul: Represi Penulis: Fakhrisina Amalia Penerbit: Gramedia Pustaka Utama Tahun terbit: 2018 Tebal: 264 halaman Mengalir dan menghanyutkan, adalah kesan yang saya rasakan ketika membaca buku ini. Karena tanpa dua hal itu, saya yakin tak akan bisa menyelesaikan novel ini dalam satu hari dengan membaca via ebook .  Ya, saya membaca novel Represi ini di Gramedia Digital. Ini adalah novel pertama yang saya baca secara digital dan bisa habis dalam sehari. #horrreeee Sebelumnya, untuk versi digital, saya memakan waktu dua atau tiga hari paling cepat untuk novel dengan ketebalan sama. Eh, sebenarnya, sudah lama sekali rasanya tidak menamatkan novel dalam satu hari, baik digital maupun cetak. Terakhir itu perlu waktu tiga hari saat menamatkan Tentang Kamu -nya Tere Liye versi cetak. Back to this novel. And, sedikit spoiler! Represi, bercerita tentang Anna, seorang remaja — atau mungkin dewasa muda — yang mencoba bunuh diri dengan meminum obat nyamuk. Untungnya ia masih

Melawan Kantuk Selepas Sahur

Kantuk, sejatinya adalah sebuah anugerah besar yang Allah berikan kepada manusia supaya bisa menikmati karunia lainnya yaitu tidur. Tak sedikit orang di dunia ini yang minum berbagai obat demi bisa merasakan kantuk dan tidur lelap. Begitu pentingnya kantuk ini dalam hidup kita. Akan tetapi, akhir-akhir ini saya agaknya kewalahan menghadapi si kantuk. Terutama selepas sahur, kemudian salat subuh, biasanya saat itulah kantuk menyerang dengan dahsyat. Sungguh kasur tampak seperti godaan berat, melebihi godaan segelas sirup dingin. Apakah hanya saya yang merasa demikian? Tentu tidak, dong. Ya ‘kan? Hal ini mungkin efek sahur juga, sehingga tubuh merasa sangat mengantuk. Padahal selepas subuh adalah waktu berharga untuk mengerjakan apa saja. Karena suasana masih sepi, tenang, dan—yang paling penting—anak belum bangun. Kegiatan yang saya lakukan selepas subuh biasanya membaca, menulis, beberes rumah, atau sekadar browsing. Walaupun kantuk masih membayangi, saya berusaha tidak tergoda. Yaa pa

Review Novel The Star and I (Ilana Tan)

Lima tahun setelah In A Blue Moon , Ilana Tan kembali meluncurkan karya. Berjudul The Star and I , novel ini kembali membawa ciri khas karya Ilana Tan. Kisah romance yang sederhana, dengan konflik yang mungkin tidak bombastis, tapi penyajiannya sungguh memikat. Judul: The Star and I Penulis: Ilana Tan Penerbit: Gramedia Tahun terbit: 2021 Tebal: 344 halaman Spoiler alert! Manis, adalah kata yang tepat untuk karya-karya Ilana Tan, khususnya The Star and I . Novel ini berkisah tentang Olivia Mitchell, seorang aktor Broadway, yang mencari ibu kandungnya di The Big Apple alias New York. Dia tak sendiri. Dibantu oleh sahabat masa kecilnya, Rex Rankin, pencarian Olivia jadi lebih menarik. Aku menikmati membaca novel ini. Setiap scene yang digambarkan bisa dengan mudah dibayangkan oleh pembaca. Ilana Tan tidak menggunakan kosakata yang njelimet, sederhana, tapi indah. Karakter dan tingkah tiap tokohnya begitu kuat dan natural. Ollie yang ceria, dramatis, polos. Rex yang pemalu, pendiam, cool