Under the Queen’s Umbrella adalah drama Korea yang tayang di tahun 2022. Drama ini bercerita tentang Ratu Hwa Ryeong yang memiliki lima orang anak laki-laki, dan salah satunya adalah putra mahkota yang akan menjadi penerus raja. Namun, Ibu Suri (mertua si ratu) berusaha menggagalkan hal itu. Bersama salah satu selir raja, Ibu Suri membuat rencana untuk menjatuhkan ratu dan anak-anaknya.
Untungnya, Ratu Hwa Ryeong pun sudah siap menghadapi serangan dari para musuh yang hendak mencelakai kelima putranya.
Setelah menonton Under The Queen’s Umbrella, aku menyadari bahwa ternyata sifat galak yang identik dengan ibu-ibu itu tidak melulu buruk, lho. Asalkan diiringi dengan empat sifat berikut ini.
Cerdas
Sejak awal, sosok ratu atau permaisuri yang diperankan oleh Kim Hye-soo digambarkan memiliki sifat galak. Paling tidak kepada anak-anaknya yang semuanya laki-laki (dan ganteng-ganteng #eh).
Namun, sifat galak ini juga dibarengi dengan kecerdasan sang ratu. Baik kecerdasan mental maupun intelektual. Contohnya, ketika para pangeran diharuskan mengikuti ujian tertulis, Ratu Hwa Ryeong lebih dulu mempelajari ratusan buku, agar bisa membantu anak-anaknya belajar dengan lebih fokus. Kalau tidak cerdas, pasti sudah pengsan dengan metode SKS (sistem kebut semalam) di usia tidak muda lagi. Hahaha.
Ia juga berkali-kali menjawab dengan elegan nyinyiran dari Ibu Suri. Bukan dengan marah atau mencak-mencak tak karuan. Hanya orang-orang yang cerdas yang bisa tenang menghadapi ibu mertua macam itu. Iya, kan?
Berani
Posisi Hwa Ryeong sebagai ratu tentu mendukungnya untuk memiliki keberanian. Namun, jika dibalik, tidak semua yang punya posisi tinggi itu berani mengambil keputusan yang benar. Bahkan sang raja dalam drama ini memiliki sejumlah ketakutan sehingga mengambil langkah yang salah.
Di salah satu episode, sang Ratu berani bicara di depan para menteri kerajaan ketika isu Putra Mahkota sakit merebak. Ia juga berani menghadapi dan bicara mengenai “kelainan” yang dimiliki anaknya. Ini juga perlu keberanian, karena sebagai ibu tentu ada keinginian menutupi kesalahan atau kekurangan anak.
Menjadi ibu yang cerdas itu bagus, tapi selain itu, penting juga untuk menjadi ibu yang berani. Berani membela diri dan keluarga jika di posisi yang benar, dan berani menghadapi masalah.
Lembut
Walaupun digambarkan sebagai tokoh yang galak, kuat, tegas, Ratu Hwa Ryeong juga punya sisi lembut yang tidak kalah mencolok. Misalnya, ketika menenangkan pangeran (anak dari selir raja) yang mencoba bunuh diri. Ia mengobrol dengan santai sambil makan.
Begitu juga ketika ngobrol dengan anak tertuanya, Putra Mahkota, terlihat sisi lembut dan keibuannya. Jadi, kalaupun kita sering ngomel, jangan lupa, kelembutan itu tetap ada dan perlu dikeluarkan juga, ya, Bu.
Menghormati Suami
Sepanjang menonton serial ini, saya beberapa kali kesal pada karakter raja. Beberapa kali juga saya menebak bahwa Ratu akan mengamuk atau marah kepada suaminya itu. Ternyata tidak.
Sang Ratu tetap mematuhi aturan kerajaan, dan bicara kepada raja dengan sopan. Bahkan ketika hanya berduaan dengan raja, dan emosi sudah di ubun-ubun (alias menjelang episode akhir), si ratu ini tidak marah-marah atau mengamuk ke raja.
Respon Raja pun akhirnya tidak mengecewakan amat. Jadi, yaa, menurut saya sih ini salah satu sikap seorang istri yang perlu ditiru.
Nah, kalau empat sifat di atas sudah ada, maka sifat galak pun rasanya jadi bisa dimaklumi atau bahkan tertutupi. Menurut ibu-ibu gimana, nih?
0 comments:
Post a Comment