Gimana sih rasanya scaling? Sakit? Ngilu? Atau justru ngga berasa?
Alhamdulillah. Beberapa hari lalu akhirnya saya berhasil melawan rasa takut ke dokter gigi, dan memutuskan untuk scaling. Ngga ujug-ujug datang dan langsung tindakan gitu aja tentunya. Karena saya orangnya penakut, jadi datang ke dokter gigi, nih, ibarat ke medan perang, harus penuh persiapan.
Persiapan pertama tentunya adalah berdoa. Berdoa agar dipertemukan dengan dokter gigi yang sabar dan terampil dalam menghadapi pasien rewel macam saya ini. Dan berdoa agar dokter yang saya datangi bisa menjadi wasilah kebaikan untuk kesehatan saya tentunya. Ini bagian yang sangat penting, berdoa agar semuanya lancar.
Kedua, mulai cari-cari klinik gigi. Nah, zaman sekarang ini kan klinik gigi atau dental clinic sudah banyak banget, ya. Di Jabodetabek khususnya, ada ratusan bahkan mungkin ribuan. Tinggal pilih mau yang lokasinya di mana, yang range harganya berapa. Setelah cari-cari rekomendasi di medsos, baca-baca review di Google Map, akhirnya saya memilih klinik Satu Dental. Satu Dental ini cabangnya banyak, ya, tinggal pilih yang paling dekat atau paling mudah aksesnya aja.
Kenapa Satu Dental? Karena banyak review bagus, walaupun tentu tidak sempurna. Ada promo scaling gigi juga untuk pasien baru. Kemudian, yang paling menarik sebenarnya bagi saya yang cupu ini, di salah satu flyer yang saya temukan di Google, ada tulisan “painless” atau semacam itulah. I mean, dari sekian banyak klinik, saya cuma nemu klaim tersebut di Satu.
Baiklah, saya gas daftar dan datang sesuai perjanjian. Saya bertemu dengan seorang dokter gigi muda bernama Garina Shareen Nabila. Alhamdulillah, Dokter Garina ini masih bisa tersenyum (walaupun di balik masker tentu ya) ketika saya bilang takut dan belum pernah scaling dan sudah puluhan tahun tidak ke dokter gigi. Iya, saya terakhir ke dokter gigi itu pas masih SD, untuk tambal gigi. Wkwk.
Tanpa berlama-lama kali, dimulailah proses scaling itu. Bagaimana rasanya? Well, I’ll be honest, sakit, ngilu, tapi masih tertahankan lah. Awal-awal siy ga sakit, cuma yaa berasa kayak gigi kedorong-dorong gitu, tapi ngga sakit. Akan tetapi, di titik-titik tertentu ada yang sakit memang, sakit kayak ketusuk gitulah. Cetut cetut gitu. Dan kita bisa kasih isyarat minta pause untuk kumur-kumur dulu kok.
Apalagi bagian yang gigi atas belakang, dan seri atas depan, duh, itu sakit banget sih menurutku. Tapi yaa ditahan aaja dengan tetap tenang, tarik napas, seperti menahan sakit kontraksi lahiran gitu. Hahaha. Level sakitnya mungkin beda-beda bagi tiap orang ya, tapi menurut saya, sakit perut itu kan lebih familiar dibanding sakit saat tindakan terkait gigi. Kalau sakit tindakan gigi ni ada efek ngagetinnya juga gitu lho.
Lalu, setelah scaling gimana? Well, kalau di saya sendiri alhamdulillah setelah selesai ngga ada sakit yang gimana. Walaupun gusinya masih berdarah, tapi ngga banyak juga. Makan juga biasa aja. Agak sedikit sensitif di beberapa gigi, dan udah diinfo juga sama dokternya. Tapi ngga parah, dan besok atau lusanya udah biasa lagi.
Terus, sensasinya abis scaling itu gigi kayak berasa keset gitu, ngga licin. Dan jadi berasa kayak ada ventilasinya. Haha. maksudnya, gimana ya, kayak ada celah antargigi. Mungkin selama ini celah itu ketutup karang gigi, dan sekarang udah bersih. Pas selesai itu diliatin juga emang, dan ya udah bersih. Karang-karang yang menumpuk setelah puluhan tahun itu akhirnya bersih. Ya Allah, alhamdulillah.
Intinya, saya sarankan bagi kalian yang belum pernah scaling karena takut, well, maju dan hadapilah. Hahaha. Scaling itu kalau deep cleaning kayak saya kurang lebih 30-40 menitan lah. Sakit, tapi abis itu lega. Dan kalau sikat gigi tadinya sering berdarah, sekarang udah ngga lagi. Alhamdulillah.
Oiya, sebagai catatan tambahan, suara alat scaling-nya itu nyaring banget. Karena kan posisinya di dalam rongga mulut yang dekat sekali dengan telinga ya, jadi kadang sebenarnya tidak sakit, tapi suara nyaringnya itu bikin telinga agak cekit-cekit gitu. Bagi yang sensitif dengan suara-suara seperti itu siy menurut saya ini perlu dipersiapkan juga, biar ngga kaget.
0 comments:
Post a Comment