02 May 2020

Asyiknya Baca Buku Gratis di iPusnas


Era digital membuat segalanya lebih mudah. Termasuk bagi para penggemar buku. Jika dulu seorang penggemar buku harus menabung untuk membeli bacaan-bacaan baru, kini tidak lagi. Paling tidak sekarang ada banyak pilihan untuk membaca tanpa harus membeli—selain dengan pinjam punya teman tentunya.

Ayo berkenalan dengan aplikasi iPusnas yang disediakan oleh Perpustakaan Nasional RI. Kenapa? Karena aplikasi ini adalah surga bagi pembaca buku gratisan. Hehe. Tapi sejujurnya tak benar-benar “gratis”, sih. Terkadang bayaran untuk bisa membaca buku favorit adalah dengan kesabaran tingkat tinggi. Kok, gitu? Yuk, kita bahas.

Aplikasi iPusnas adalah aplikasi yang menyediakan ribuan ebook bagi para pembaca. Cara membaca buku di iPusnas mudah sekali. Cukup instal aplikasi iPusnas, membuat akun, kemudian cari buku yang ingin dibaca. Setelah ketemu, klik info buku tersebut dan pilih “Borrow”. Intermeso sedikit, saya agak bingung kenapa aplikasi ini dibuat dengan bahasa Inggris, padahal penggunanya orang Indonesia.

Oke, setelah klik “Borrow”, pilih katalog yang tersedia, dan tadaaa! Buku pilihanmu akan terunduh dan bisa dibaca. Eits, karena ini statusnya adalah meminjam buku, jadi ebook harus dikembalikan, ya. Ebook akan otomatis dikembalikan setelah tiga hari. Dan jangan coba-coba membajak!

Sebenarnya sudah lama saya unduh aplikasi iPusnas ini. Tapi selama ini saya memang kurang senang membaca di handphone. Apalagi ketika membuka iPusnas, seringnya buku-buku yang ditampilkan di laman utama adalah buku-buku yang tidak saya kenal. Jadi saya sempat berpikir iPusnas ini buku jadul-jadul saja yang tersedia. *peace*

Namun, saya salah besar. Wkwk. beberapa hari lalu saya coba cari novel-novel terkenal dan rupanya tersedia juga di iPusnas. Yeay! Sayangnya, novel-novel populer itu antrian pinjamnya panjaaang banget. Ngalahin tembok Cina. Haha. Contohnya novel Bumi karya Tere Liye, antriannya mencapai 2200-an orang. Duh, kudu sabar-sabar, ya, namanya juga gratisan. Haha.

Saya sendiri sudah mencoba membaca sebuah novel karya Agnes Jessica di iPusnas. Dan ternyata saya bisa enjoy juga karena ceritanya memang menarik dan tidak terlalu panjang. Kendalanya mungkin hanya pegel aja baca di handphone. Susah nemu posisi yang pas. Apalagi,  aplikasi ini tidak seperti aplikasi reader lain yang dilengkapi mobile view atau opsi tampilan lainnya. Adanya, ya, hanya gitu aja, standar.

Overall, saya merekomendasikan aplikasi ini untuk siapa saja yang ingin membaca sekaligus menghemat pengeluaran beli buku. Apalagi selama masa #dirumahaja seperti sekarang, baca-baca di iPusnas bisa jadi pengisi waktu luang. Plus, membaca ebook di aplikasi iPusnas ini legal, tidak seperti beli buku bajakan atau baca ebook bajakan yang sangat merugikan penulis. Jadi, yuk, baca di iPusnas!

#30DaysWritingChallenge
#30DWCJilid23
#squad7
#Day8


Share:

01 May 2020

Melawan Kantuk Selepas Sahur

Kantuk, sejatinya adalah sebuah anugerah besar yang Allah berikan kepada manusia supaya bisa menikmati karunia lainnya yaitu tidur. Tak sedikit orang di dunia ini yang minum berbagai obat demi bisa merasakan kantuk dan tidur lelap. Begitu pentingnya kantuk ini dalam hidup kita.

Akan tetapi, akhir-akhir ini saya agaknya kewalahan menghadapi si kantuk. Terutama selepas sahur, kemudian salat subuh, biasanya saat itulah kantuk menyerang dengan dahsyat. Sungguh kasur tampak seperti godaan berat, melebihi godaan segelas sirup dingin. Apakah hanya saya yang merasa demikian? Tentu tidak, dong. Ya ‘kan? Hal ini mungkin efek sahur juga, sehingga tubuh merasa sangat mengantuk.

Padahal selepas subuh adalah waktu berharga untuk mengerjakan apa saja. Karena suasana masih sepi, tenang, dan—yang paling penting—anak belum bangun. Kegiatan yang saya lakukan selepas subuh biasanya membaca, menulis, beberes rumah, atau sekadar browsing. Walaupun kantuk masih membayangi, saya berusaha tidak tergoda. Yaa paling kadang-kadang ketiduran juga kalau sudah tidak tahan.

Nah, karena seringnya berperang melawan kantuk, saya pun mencari cara melawan kantuk. Saya menemukan sebuah artikel dari WebMD yang membahas ini. Menurut artikel, selain mengonsumsi makanan atau minuman tertentu, melawan kantuk bisa dengan berolahraga ringan, atau mengobrol dengan teman mengenai hal menarik.

Jika Anda malas bergerak—seperti saya—dan juga tak punya teman untuk diajak mengobrol, masih ada cara lain. Hoaaahhhmm. Ups, sebentar, saya mulai mengantuk. Mm … cara lainnya adalah dengan menarik napas dalam-dalam dan lepaskan, ulangi beberapa kali. Hoaahhhmmm. Hm ... saya mengantuk. Dan menurut artikel itu juga, salah satu cara mengatasi kantuk adalah dengan tidur sebentar. Thanks for reading. Semoga Anda tidak mengantuk membaca tulisan ini.

#30DWCJilid23
#Squad7
#Day7
#30DaysWritingChallenge
Share: