Momen Luar Biasa

Dag.dig.dug. Seorang kawan sedang menanti saat kelahiran anak pertamanya. Kok, saya jadi ikut deg-degan ya? Haha. Padahal kawan saya itu di Jakarta, saya di Batam, tapi deg-degannya terasa juga. Memang kadang jarak tak berarti. Kadang.

Tapi mau tak mau kabar dari kawan ini mengingatkan saya akan proses kelahiran anak pertama saya beberapa tahun lalu. Karena anak saya baru satu, jadi memang cuma proses kelahiran itu yang bisa saya ingat-ingat. Hehe.

Alhamdulillah, dengan izin Allah, kala itu anak saya bisa lahir dengan selamat dengan proses per vaginam. Setelah saya mengejan selama satu jam, dibantu vakum dua kali, dan dokter yang tak kenal lelah, si bocil lahir. Posisi lahirnya si bocil ini dia menghadap ke atas, padahal umumnya hadap bawah. Entah kenapa.

Dokter yang menangani proses tersebut agak heran karena kelahiran yang memakan waktu lama. Padahal diprediksi bisa cepat karena posisi sudah sangat turun. Saya pun tidak tahu kenapa. Mungkin karena saya tidak betul mengejannya. Yah, mau bagaimana lagi, saat pembukaan lengkap dan disuruh mengejan, saya sejujurnya tidak merasa mules. Tidak ada dorongan ingin mengejan seperti kalau nongkrong di WC. Jadi, yaa sulit.

Hhh… Itu memang momen luar biasa. Luar biasa heboh, luar biasa melelahkan, luar biasa bikin lapar. Kapan ya momen luar biasa itu terulang kembali? Kalau terulang kembali, semoga lebih mudah dan lancar. Aamiin. 

"Teruntuk kawan saya dan semua ibu yang sedang menanti persalinan, semoga Allah beri kemudahan, kelancaran, dan keselamatan. Aamiin."


#30DWC
#30DWCJilid21
#Day23
#ImWritingInLove

Comments

Popular posts from this blog

Resensi Novel "Represi"

Pengalaman Kuret Setelah Melahirkan

Resensi Teruslah Bodoh Jangan Pintar (Tere Liye)