Berburu Kelas Daring Ivan Lanin

Ada banyak hal yang berubah setelah pandemi Covid-19 menyerang dunia. Salah satunya adalah gaya belajar masyarakat. Sekolah dialihkan menjadi daring (online), dan muncullah berbagai kelas daring untuk masyarakat umum.

Salah satu yang aktif mengisi kelas daring di masa pandemi ini adalah wikipediawan Ivan Lanin. Uda Ivan, demikian beliau akrab disapa, mengisi berbagai kelas daring dengan tema tak jauh-jauh dari bahasa Indonesia. Salah satu yang paling menarik bagi saya adalah kelas editor.

Ya, jelas saya tertarik. Sayangnya kelas yang digelar via Zoom ini tidaklah gratis. Ada biayanya, berkisar Rp100.000-Rp150.000. Saya pun berpikir ulang untuk mengikuti kelas ini. Hmm… Tiba-tiba saya melihat iklan kelas daring lain yang juga diisi oleh Uda Ivan, dan biayanya hanya berupa donasi minimal Rp30.000. Saya tak menyia-nyiakan kesempatan.

Walaupun sebenarnya tema kelas ini tidak terlalu cocok untuk saya pribadi, tapi bagi saya ini menambah pengalaman dan tentu saja ilmu seputar kepenulisan. Kelas yang berlangsung selama satu jam begitu sarat wawasan. Uda Ivan juga menyiapkan materi dalam bentuk pdf yang bisa diunduh sehingga bisa dibaca ulang. Senang rasanya menjadi peserta kelas ini.

Kemudian saya teringat kelas editor yang awalnya ingin saya ikuti. Ikut ngga ya? Ketika sedang menimbang-nimbang, muncul update bahwa kelas editor ini selain diisi oleh Uda Ivan juga ada Mba Windy sebagai pemateri. Wow! Keraguan saya hilang. Saya langsung daftar kelas tersebut. Kenapa? Entahlah. Seperti halnya mendengar nama Tere Liye, saya juga merasa ada koneksi khusus jika mendengar nama Mba Windy Ariestanty. Ada sesuatu yang tertinggal dari masa lalu. #eaaaa

Saya jadi tak sabar menunggu kelas dibuka. Walaupun sudah terbayang kerempongan yang akan dihadapi. Pasalnya, kelas tersebut di siang hari, biasanya saat si bocil lagi heboh-hebohnya. Duh, semoga bisa mengikuti kelas dengan tenang. Dan, yang juga penting, semoga sinyal bisa diandalkan!


#30DaysWritingChallenge
##0DWCJilid23
#Days17
#Squad7

Comments

Popular posts from this blog

Resensi Novel "Represi"

Pengalaman Kuret Setelah Melahirkan

Resensi Teruslah Bodoh Jangan Pintar (Tere Liye)