Skip to main content

Posts

Showing posts from June, 2020

Semoga Kita Tidak Menjadi Orang Semacam Ini di Dunia Maya

Sebutan "dunia maya" sepertinya sangat melenakan bagi sebagian orang. Seolah apa yang terjadi di dunia maya itu yaa tidak nyata, hanya semacam mimpi yang tidak perlu dipertanggungjawabkan, tidak ada konsekuensi. Padahal, dunia maya itu sekarang nggak maya-maya amat. Orang yang tidak menepati janji Di dunia maya maupun dunia nyata, keberadaan orang-orang yang tidak menepati janji itu sangat mengganggu. Contohnya ketika berjanji, “sebelum jam 8 akan aku WA”. Tiba-tiba sudah jam 9 masih saja belum nge-WA. Lalu keesokan harinya tinggal mengirim pesan, “maaf”. Mudah sekali mengucapkan maaf melalui pesan singkat, apalagi jika dalam sebuah grup. Padahal janji tetaplah janji. Di dunia maya dan nyata, sekecil apa pun, berusahalah menepati janji. Janji adalah utang, dan akan ada yang menagih utang tersebut. Jangan meremehkan janji hanya karena merasa "ini dunia maya". Orang yang tidak amanah Dengan banyaknya kegiatan di dunia maya, grup WA, Zoom, dsb, tak sedikit orang yang m

Mari Terhanyut dengan Cerita "Tentang Kamu"

Judul: Tentang Kamu Penulis: Tere Liye Penerbit: Republika Tahun Terbit: 2016 Tebal: 528 halaman Berat: 500 gr Harga: Rp68.000 (daring), Rp85.000 (toko luring) Ini mungkin agak terlambat. Membuat resensi novel yang terbit empat tahun lalu tentu bukan sesuatu yang up to date . Namun, membaca novel ini tak akan menjadi sesuatu yang “ketinggalan zaman”. Layaknya novel-novel Jane Austen. Tidak akan ada yang mengatakan bahwa Anda ketinggalan zaman karena membaca Pride and Prejudice di tahun 2020. Tidak ada, kurasa. Apakah kamu mau makan malam sebentar bersamaku? Di salah satu restoran sederhana dekat sini, sambil menatap Menara Eiffel yang indah. Sinopsis Tentang Kamu bercerita tentang Zaman, pengacara yang menangani kasus harta warisan seorang wanita kaya raya bernama Sri Ningsih. Sri Ningsih tinggal di panti jompo saat meninggal dan tidak diketahui memiliki sanak saudara. Zaman pun harus mencari tahu seluk beluk kehidupan Sri untuk mengetahui siapa ahli warisnya, atau, menemukan surat wa

Tentang Kamu, Aku, dan Hujan

(Sumber gambar: Pixabay) Ini bukan kisah sedih, bukan juga kisah romantis. Sebut saja ini sebuah kisah inspiratif, ya, semoga kisah ini bisa memberikan inspirasi. Atau, paling tidak, menghibur. Ini hanyalah satu dari jutaan kisah yang dihadirkan oleh hujan. Kisah ini terjadi ketika aku berusia sebelas tahun. Sore itu aku sedang berdua di rumah bersama adikku yang masih berusia sekitar satu tahun. Orang tuaku belum pulang kerja, kakakku masih di sekolah. Kebetulan ada temanku, sebut saja Elok, sedang main di rumahku. Dia memang sahabat karibku sejak TK. Saat sedang asik main — entah main apa aku lupa, pokoknya asik — tiba-tiba hujan mendera. Ya, mendera atap rumahku yang sudah bolong-bolong itu. Hujan begitu lebat. Bocor di mana-mana. Aku dan Elok mulai panik karena air mulai menggenangi lantai. Ember yang sudah disiapkan tak mampu menampung lebatnya bocoran. Akhirnya Elok berinisiatif mengajakku dan adikku untuk mengungsi ke rumahnya. Sebuah inisiatif luar biasa yang dimiliki anak SD.

Kelas Diksi Menarik bersama Shireishou

Semalam saya mengikuti kelas daring di WA. kelas bertema Diksi Menarik itu diampu oleh Kak Shirei. Bagi yang belum tahu, Kak Shirei adalah penulis novel di Wattpad. Sejumlah novelnya sudah terbit, ada yang dari Grassmedia, ada yang di Gramedia Pustaka Utama, dan yang terbaru di Noura. Selain novel, Kak Shirei juga membuat komik. Nah, Kak Shirei kadang-kadang buka kelas gitu, kelas WA, atau sebut saja kulwap. Kulwap ini berbayar, tapi murah. Bagi yang mau gratisan, Kak Shirei juga banyak berbagi materi kepenulisan di wattpad dan blognya. Oke, jadi, semalam itu belajar merancang cerita dengan diksi menarik. Kenapa saya ikut kelas ini? Jelas, karena saya selalu mentok masalah diksi. Apalagi kalau bikin cerita fiksi, ya. Kadang sedih bacanya, keinginan tak sesuai kenyataan. Hahaha. Di kelas semalam dijabarkan tip membuat cerita menarik dengan diksi yang pas. Kak Shirei menjelaskan bahwa diksi yang baik itu yang tepat dan sesuai. Tepat secara makna dan sesuai secara situasi atau kondisi da

Mencatat Ke-random-an: Kerennya Buku Robocar Poli

Sesungguhnya saya terinspirasi dari judul kumcer Mba Rijo, Randomness Inside My Head . Hal-hal yang random jika diseriusi ternyata bisa jadi karya. Oleh karena itu, se- random apa pun ide yang muncul, saya akan berusaha tulis saja. Siapa tahu suatu hari bisa bermanifes menjadi buku. Hehe Ada beberapa hal random yang terlintas akhir-akhir ini. Pertama, saya kagum sekali dengan buku Robocar Poli. Ya, buku Robocar Poli asal Korea Selatan yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Apa kerennya buku ini? Jadi, buku Robocar Poli ini ada yang buku cerita bergambar seperti pada umumnya, ada yang buku stiker. Rata-rata untuk anak balita. Kerennya, baik di buku cerita bergambar maupun buku stiker, selalu mengangkat tema-tema keselamatan anak. Di salah satu buku cerita, misalnya, dijelaskan bagaimana anak-anak harus selalu memakai sabuk pengaman, saat musim panas jangan berlama-lama di luar, dsb.  Di bagian belakang juga dijelaskan tips keselamatan berdasarkan tema, misal tentang keselamatan

A Writer (Short Story)

Sangat jarang saya memamerkan sebuah cerpen di blog ini. Kalaupun ada biasanya tidak sepenuhnya fiksi, masih berhubungan dengan kenyataan atau masa lalu. Tapi cerpen satu ini, ini benar-benar hanya karangan. Semoga bisa dinikmati. **************************** “Aku ingin jadi penulis!” katanya lagi.  Aku sempat mengangkat alis dan agak terkejut saat pertama ia mengucapkan itu. Jadi dia mengulanginya lagi untuk meyakinkanku, dan mungkin meyakinkan dirinya sendiri. Dia kelihatan sangat sungguh-sungguh saat itu. Saat itu tepatnya sepuluh tahun yang lalu. Saat aku dan dia masih duduk di bangku SMP.  Sepertinya itu juga pertama kalinya aku terinspirasi untuk menulis. Bukan bermaksud untuk meniru atau mencontek cita-citanya, tapi sejujurnya, itu kali pertama aku melihatnya begitu serius. Aku telah berteman dengannya sejak TK, dan aku tidak pernah melihatnya seserius itu mengungkapkan cita-citanya.  Jadi sejak itu juga, aku mulai membuat beberapa coretan di buku. Sering kali aku menulis tentan

Yang Menyedihkan dari Antologi Zaman Sekarang

Sebenarnya saya agak ragu menuliskan ini. Tapi daripada uneg-uneg ini hanya menumpuk dalam hati, jadi, saya tulis juga akhirnya. Hahaha. Oke, dari judul di atas, sudah jelas ya, saya akan bahas tentang antologi. Antologi yang saya soroti di sini adalah kumpulan cerita dari banyak penulis. Nah, apakah Anda termasuk yang pernah membuat antologi bersama teman-teman? Atau Anda sering membaca antologi? Saat ini banyak sekali beredar buku antologi. Tak heran, mengingat penerbitan indie atau pun self publishing juga makin menjamur. Menerbitkan buku bisa jadi sangat mudah dan relatif murah. Tak ada yang salah dengan ini, justru sangat baik. Ini bisa memfasilitasi para penulis pemula yang belum berhasil menjebol gerbang penerbit mayor, sekaligus menjadi pembuka atau pengalaman pertama menerbitkan buku. Tapi, yang menyedihkan dari antologi-antologi terbitan indie atau self publishing ini adalah kualitas yang kurang terjaga. Saya beberapa kali membaca buku antologi dan menemukan banyak sekali ke